Selasa, 22 November 2016

Mengenal Virus yang Menyerang Wanita Hamil


Sebagai seorang wanita, banyak hal yang harus kita jaga. Salah satunya ketika seorang wanita tengah hamil. Saat hamil kita akan dititipkan karunia dari Tuhan, maka dari itu kita harus mampu menjaganya. Salah satunya dengan menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus.

Di desaku misalnya, ada seorang ibu yang mengalami hal tersebut. Ia akhirnya harus rela melepas calon bayinya. Ia mengalami keguguran saat janinnya berusia 5 bulan. Janinnya tidak berkembang dan terpaksa harus melakukan kuret kandungan.

Menurut uraian yang disampaikan tanteku, yang merupakan seorang bidan, virus Chikungunya atau virus lainnya sangat berbahaya terutama pada wanita hamil karena virus bersifat merusak, jadi istilahnya merusak jaringan. Apabila wanita hamil terinfeksi virus, virus tersebut akan menyebar melewati plasenta sampai ke janin, lalu saat sampai di janin virus itu akan merusak jaringan. Ada beberapa kemungkinan bila janin terkena virus. Ada yang janinnya tidak berkembang, ada yang menimbulkan kelainan bawaan (cacat organ tubuh, jantung bocor, atau tidak ada batok kepalanya (anensefali)), atau kematian janin dalam kandungan yang disebut IUFD (Intra Uterine Fetal Death).

Penularannya sendiri bisa dari aerogen (jaringan pernafasan bagian atas) atau gigitan nyamuk. Penyakit virus yang tersebar melalui aerogen itu biasanya Campak (Morbili), Cacar Air, Kirarawit, dan sejenisnya. Sedangkan untuk Chikungunya, Demam Berdarah, biasanya disebar oleh gigitan nyamuk. Gigitan nyamuk atau aerogen bukan penyebabnya, hanya penyebarnya, kalau penyebabnya tetap virus.

Selain melalui aerogen dan gigitan nyamuk, penyakit virus juga bisa tersebar melalui tranfusi darah karena bisa menular lewat cairan tubuh. Dalam tingkat bahayanya, semua penyakit yang disebabkan oleh virus sama-sama berbahaya karena dapat merusak jaringan.

Mengetahui hal itu, kita yang berada di Indonesia harus mewaspadai segala macam penyakit virus, terutama para wanita hamil. Salah satu caranya dengan mengetahui gejala-gejala bila terserang virus.

Pada manusia, terutama wanita hamil, infeksi virus ditandai dengan demam ringan. Kemudian, gejala disertai dengan nyeri sendi di tangan dan kaki, kulit ruam, sakit kepala dan mata merah. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi virus sering tanpa gejala.

Nah bagi Anda para wanita Indonesia, meski belum waktunya hamil, Anda tetap harus mengehatahui hal ini karena bisa saja menjadi penyabab hal tersebut. (Eronika Dwi Pinara)

Nara Sumber : Bidan Dini Sugihartini, S.S.T

Minggu, 30 Oktober 2016

Tawa-Menawar, Ciri Khas Pasar Tradisional


-Rabu, 11 Mei 2016-

Bila mendengar pasar tradisional, salah satu ciri yang umum melekat ialah tawar-menawar. Tawar-menawar seakan sudah menjadi tradisi dalam pasar tradisional, tak terkecuali di Pasar Baru Karawang.

            Di Pasar Baru Karawang segala macam kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier, dapat ditemukan. Dari mulai bahan makanan, kebutuhan dapur, sampai kebutuhan untuk mempercantik diri (cicin, kalung, gelang, baju, tas, sepatu, dan lain-lain) dapat ditemukan dengan harga yang bermacam-macam, namun tetap relatif murah dibanding pasar modern.

            Meki harga yang dijual-belikan di Pasar Baru Karawang sudah relatif murah, tawar-menawar tetap dilakukan oleh pembeli untuk mendapat kebutuhan dengan harga rendah, Eliati Amir contohnya.

            “Kalau ke pasar enggak nawar mah sarua jeung (sama aja) bohong. Ngapain  ke pasar kalau enggak nawar, justru belanja ke pasar teh karena bisa nawar,” ujar Ibu 3 orang anak ini.

Dalam melakukan proses tawar-menawar, Elia, sapaan Eliati Amiri, akan langsung ke tawaran setegah harga, meski penjual tidak akan langsung setuju. Penjual ikut melakukan tawar-menwar terlebih dahulu, baru mendapat keputusan akhir yang  selalu dimenanginya.

            Elia mengaku apabila penjual tetap tidak mau dengan harga yang ia inginkan, hal yang selalu ia lakukan adalah pergi begitu saja. Uniknya, saat melakukan itu, penjual justru menyerah dan memanggil Elia untuk setuju dengan harga yang diminta. Kekuatan para ibu, katanya.  

            Bukan hanya ciri khas atau bahkan tradisi yang melekat pada pasar tradisional, tawar-menawar bisa dikatakan juga sebagai pembeda antara pasar tradisional dengan pasar modern. Di pasar modern atau supermarket tidak akan ada yang namanya tawar-menawar karena harga sudah tercantum di setiap kebutuhan. Hal itu juga yang menjadi alasan Elia lebih memilih berbelanja di pasar tradisional.

Walaupun kotor, panas, sumpek, bau, dan terbuka sehingga terik matahari tak bisa dihindari, ia selalu setia memilih pasar tradisional, tepatnya Pasar Baru Karawang, sebagai tempat membeli kebutuhan.           

Penulis :
Eronika Dwi Pinara
Politeknik Negeri Jakarta
Prodi. Penerbitan (Jurnalistik)

Dimuat di Bekasimedia.com 
 

Take On The World Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates