Sebagai seorang wanita, banyak hal yang harus kita
jaga. Salah satunya ketika seorang wanita tengah hamil. Saat hamil kita akan
dititipkan karunia dari Tuhan, maka dari itu kita harus mampu menjaganya. Salah
satunya dengan menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus.
Di desaku misalnya, ada seorang
ibu yang mengalami hal tersebut. Ia akhirnya harus rela melepas calon bayinya.
Ia mengalami keguguran saat janinnya berusia 5 bulan. Janinnya tidak berkembang
dan terpaksa harus melakukan kuret kandungan.
Menurut uraian yang disampaikan tanteku,
yang merupakan seorang bidan, virus Chikungunya atau virus lainnya sangat
berbahaya terutama pada wanita hamil karena virus bersifat merusak, jadi
istilahnya merusak jaringan. Apabila wanita hamil terinfeksi virus, virus
tersebut akan menyebar melewati plasenta sampai ke janin, lalu saat sampai di
janin virus itu akan merusak jaringan. Ada beberapa kemungkinan bila janin
terkena virus. Ada yang janinnya tidak berkembang, ada yang menimbulkan
kelainan bawaan (cacat organ tubuh, jantung bocor, atau tidak ada batok
kepalanya (anensefali)), atau
kematian janin dalam kandungan yang disebut IUFD (Intra Uterine Fetal Death).
Penularannya sendiri bisa dari aerogen (jaringan
pernafasan bagian atas) atau gigitan nyamuk. Penyakit virus yang tersebar
melalui aerogen
itu biasanya Campak (Morbili), Cacar Air, Kirarawit,
dan sejenisnya. Sedangkan untuk Chikungunya, Demam Berdarah, biasanya disebar
oleh gigitan nyamuk. Gigitan nyamuk atau aerogen bukan penyebabnya, hanya penyebarnya, kalau
penyebabnya tetap virus.
Selain
melalui aerogen dan gigitan nyamuk, penyakit virus juga bisa tersebar melalui
tranfusi darah karena bisa menular lewat cairan tubuh. Dalam tingkat bahayanya,
semua penyakit yang disebabkan oleh virus sama-sama berbahaya karena dapat
merusak jaringan.
Mengetahui hal itu, kita yang berada di Indonesia harus
mewaspadai segala macam penyakit virus, terutama para wanita hamil. Salah satu
caranya dengan mengetahui gejala-gejala bila terserang virus.
Pada manusia, terutama wanita hamil, infeksi virus ditandai
dengan demam ringan. Kemudian, gejala disertai dengan nyeri sendi di tangan dan
kaki, kulit ruam, sakit kepala dan mata merah. Namun, dalam beberapa kasus,
infeksi virus sering tanpa gejala.
Nah bagi Anda
para wanita Indonesia, meski belum waktunya hamil, Anda tetap harus
mengehatahui hal ini karena bisa saja menjadi penyabab hal tersebut. (Eronika Dwi Pinara)
Nara
Sumber : Bidan Dini Sugihartini, S.S.T
Dimuat
di Bekasimedia.com


