-Rabu, 11 Mei 2016-
Bila mendengar pasar tradisional, salah satu ciri yang
umum melekat ialah tawar-menawar. Tawar-menawar seakan sudah menjadi tradisi
dalam pasar tradisional, tak terkecuali di Pasar Baru Karawang.
Di Pasar Baru Karawang segala
macam kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier, dapat ditemukan. Dari mulai
bahan makanan, kebutuhan dapur, sampai kebutuhan untuk mempercantik diri
(cicin, kalung, gelang, baju, tas, sepatu, dan lain-lain) dapat ditemukan
dengan harga yang bermacam-macam, namun tetap relatif murah dibanding pasar
modern.
Meki harga yang dijual-belikan di Pasar Baru Karawang sudah
relatif murah, tawar-menawar tetap dilakukan oleh pembeli untuk mendapat
kebutuhan dengan harga rendah, Eliati Amir contohnya.
“Kalau ke pasar enggak nawar mah sarua jeung (sama aja) bohong. Ngapain ke pasar kalau enggak nawar, justru belanja
ke pasar teh karena bisa nawar,” ujar
Ibu 3 orang anak ini.
Dalam melakukan proses
tawar-menawar, Elia, sapaan Eliati Amiri, akan langsung ke tawaran setegah
harga, meski penjual tidak akan langsung setuju. Penjual ikut melakukan
tawar-menwar terlebih dahulu, baru mendapat keputusan akhir yang selalu dimenanginya.
Elia mengaku apabila penjual tetap tidak mau dengan harga
yang ia inginkan, hal yang selalu ia lakukan adalah pergi begitu saja. Uniknya,
saat melakukan itu, penjual justru menyerah dan memanggil Elia untuk setuju
dengan harga yang diminta. Kekuatan para ibu, katanya.
Bukan hanya ciri khas atau bahkan tradisi yang melekat
pada pasar tradisional, tawar-menawar bisa dikatakan juga sebagai pembeda
antara pasar tradisional dengan pasar modern. Di pasar modern atau supermarket
tidak akan ada yang namanya tawar-menawar karena harga sudah tercantum di
setiap kebutuhan. Hal itu juga yang menjadi alasan Elia lebih memilih
berbelanja di pasar tradisional.
Walaupun kotor, panas,
sumpek, bau, dan terbuka sehingga terik matahari tak bisa dihindari, ia selalu
setia memilih pasar tradisional, tepatnya Pasar Baru Karawang, sebagai tempat
membeli kebutuhan.
Penulis :
Eronika Dwi Pinara
Politeknik Negeri Jakarta
Prodi. Penerbitan (Jurnalistik)
Dimuat di Bekasimedia.com


0 komentar:
Posting Komentar