Selasa, 20 September 2016

Saya Kemarin, Kini, dan Kemudian : Andai Saya Menjadi Wartawan Online

Oleh : Eronika Dwi Pinara

Setiap perjalanan selalu memberi cerita yang tak tertuga untuk diceritakan….

Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Semua orang hidup pasti memilikinya, dan saya orang hidup.
Menjadi seorang wartawan merupakan cita-cita saya dari kelas 11. Saat itu, mata pelajaran kesukaan saya adalah bahasa Indonesia, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Bahasa Indonesia selalu dianggap mudah bagi sebagian orang, padahal tidak semudah itu. Bahasa Indonesia sering terlihat mudah, namun ternyata sulit. Banyak hal menantang dalam pelajaran itu. Saat jawaban yang satu dengan yang lain hampir sama, membuatnya menjadi sulit. Terkadang dikira benar ternyata salah. Bagi saya penuh tantangan.
 Karena kecintaan saya terhadap bahasa Indonesia, guru pembimbing pun menyarankan saya untuk memilih sastrawan atau wartawan. Saya pun memilih menjadi wartawan.
Saya lalu memulai menekuni cita-cita ini dengan memilih masuk di Program Studi Penerbitan (Jurnalistik) di Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Jawa Barat. Saya berhasil ditempatkan pada cita-cita saya, langsung menjurus ke dunia jurnalistik.  
Setelah dua tahun terjun di dunia jurnalistik, ternyata menjadi wartawan memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Tanggung jawab dalam memberi informasi aktual, fakta, dan mampu memberikan informasi yang membangun untuk para pembacanya. Menjadi wartawan memang tidak mudah. Kesulitan dalam menjadi wartawan cukup banyak, dari rela panas-panasan, harus mau-tidak mau meliput dadakan, dan waktu dateline yang tidak lama.
 Ruang lingkup di bidang jurnalistik sendiri terdiri dari media cetak, televisi, radio, dan online. Sejak informasi kini dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Ruang lingkup paling diminati dan menantang ialah media online atau jurnalistik online.
Jurnalistik online disebut-sebut sebagai era baru bagi wartawan untuk menyebarluaskan informasi. Dengan adanya jurnalistik online yang memanfaatkan sarana internet, beritanya pun tidak mengenal tenggat waktu, teritori, dan dateline.
Saya pun tertarik pada bidang ini. Seandainya saya terjun ke dalam jurnalistik online, maka saya tidak hanya piawa menulis saja. Namun, saya harus mampu mengoprasikan komputer dan serangkaian teknik yang terkoneksi dengan internet. Bila nanti saya dapat bergabung dalam dunia jurnalistik online, saya punya rencana yang cukup besar. Saya ingin meningkatkan indera kepekaan terhadap lingkungan sekitar, ingin lebih kritis, melihat sudut pandang dari segala sisi, dan serba ingin tahu.

Menurut Adek Alwi, seorang wartawan harus memiliki kepekaan yang tinggi sehinga wartawan memiliki rasa kegelisahaan agar peka terhadap lingkungan sekitar. Wartawan pun harus mampu berpikir kritis, tidak memihak, dan bernalar tinggi. 

15 komentar:

  1. Sangat menarik mengenai jurnalistik online karena dengan adanya hal tersebut tentu para pengguna media online jadi mudah dalam mengakses informasi. Tetapi bukan berarti media cetak berbentuk manual seperti (koran, majalah, dsb) tidak digunakan melainkan masih banyak masyarakat yang mencari informasi lewat media cetak manual tersebut.

    BalasHapus
  2. Tulisan yang sangat menginspirasi, sukses selalu ron.

    BalasHapus
  3. Wah mencerahkan, ternyata begitu menarik ya menjadi seorang jurnalistik

    BalasHapus
  4. Nice tulisannya, secara tidak langsung mengajarkan untuk memahami secara fokus cita-cita yang kita tuju, serta meningkatkan kualitas diri untuk kedepannya

    BalasHapus
  5. Terharu dengan pengalaman dan semangatnya untuk menjadi seorang jurnalis. Terselip beberapa informasi juga di dalamnya. Semoga bisa menjadi wartawan yang diinginkan! :)

    BalasHapus
  6. Semoga kelak bisa menjadi wartawan yang mengedepankan kebenaran di atas apapun. Lanjutkan!

    BalasHapus
  7. Banyak aspek yang harus diperhatikan ketika menjadi wartawan.
    Tulisannya bagus, ditunggu tulisan lainnya!

    BalasHapus
  8. Wah sangat mulia mau jadi wartawan sejak dulu. Semoga bisa jadi wartawan yang serius menjalankan tugasnya tanpa mengharapkan imbalan ya 👍

    BalasHapus
  9. Mantap, tulisan yang menggugah nalar kita dalam memahami cita-cita kita. Semoga tercapai yang diharapkan.

    BalasHapus
  10. Bagus👍 semoga cita-citamu tercapai.

    BalasHapus
  11. Bagus👍 semoga cita-citamu tercapai.

    BalasHapus
  12. Smoga artikelmu mnjadi doamu yaaaa

    BalasHapus
  13. Smoga artikelmu mnjadi doamu yaaaa

    BalasHapus

 

Take On The World Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates