Oleh : Eronika Dwi Pinara
Setiap perjalanan selalu memberi cerita yang tak
tertuga untuk diceritakan….
Cita-cita menurut
definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran.
Semua orang hidup pasti memilikinya, dan saya orang hidup.
Menjadi seorang wartawan
merupakan cita-cita saya dari kelas 11. Saat itu, mata pelajaran
kesukaan saya adalah bahasa Indonesia, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Bahasa Indonesia selalu dianggap mudah bagi
sebagian orang, padahal tidak semudah itu. Bahasa Indonesia sering terlihat
mudah, namun ternyata sulit. Banyak hal menantang dalam pelajaran itu. Saat
jawaban yang satu dengan yang lain hampir sama, membuatnya menjadi sulit.
Terkadang dikira benar ternyata salah. Bagi saya penuh tantangan.
Karena kecintaan saya terhadap bahasa
Indonesia, guru
pembimbing pun menyarankan
saya untuk memilih sastrawan atau wartawan. Saya pun memilih menjadi wartawan.
Saya lalu memulai menekuni cita-cita ini dengan memilih masuk
di Program Studi Penerbitan (Jurnalistik) di Politeknik Negeri Jakarta, Depok,
Jawa Barat. Saya berhasil ditempatkan pada cita-cita saya, langsung menjurus ke dunia jurnalistik.
Setelah dua tahun terjun di dunia jurnalistik, ternyata menjadi wartawan memiliki tanggung jawab yang cukup besar.
Tanggung jawab dalam memberi informasi aktual, fakta, dan mampu memberikan
informasi yang membangun untuk para pembacanya. Menjadi wartawan memang tidak mudah.
Kesulitan dalam menjadi wartawan cukup banyak, dari rela panas-panasan, harus
mau-tidak mau meliput dadakan, dan waktu dateline
yang tidak lama.
Ruang lingkup di bidang jurnalistik
sendiri terdiri dari media cetak, televisi, radio, dan online. Sejak informasi
kini dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Ruang lingkup
paling diminati dan menantang ialah media online atau jurnalistik online.
Jurnalistik online disebut-sebut sebagai era baru bagi
wartawan untuk menyebarluaskan informasi. Dengan adanya
jurnalistik online yang memanfaatkan
sarana internet, beritanya pun tidak mengenal tenggat waktu, teritori, dan dateline.
Saya pun tertarik pada bidang ini. Seandainya saya terjun ke dalam jurnalistik online, maka
saya tidak hanya piawa menulis saja. Namun, saya harus mampu mengoprasikan
komputer dan serangkaian teknik yang terkoneksi dengan internet. Bila nanti saya
dapat bergabung dalam dunia jurnalistik online, saya punya rencana yang cukup
besar. Saya ingin meningkatkan indera kepekaan terhadap lingkungan sekitar,
ingin lebih kritis, melihat sudut pandang dari segala sisi, dan serba ingin
tahu.
Menurut Adek Alwi, seorang wartawan harus memiliki kepekaan yang tinggi
sehinga wartawan memiliki rasa kegelisahaan agar peka terhadap lingkungan
sekitar. Wartawan pun harus mampu berpikir kritis, tidak memihak, dan bernalar
tinggi.

Sangat menarik mengenai jurnalistik online karena dengan adanya hal tersebut tentu para pengguna media online jadi mudah dalam mengakses informasi. Tetapi bukan berarti media cetak berbentuk manual seperti (koran, majalah, dsb) tidak digunakan melainkan masih banyak masyarakat yang mencari informasi lewat media cetak manual tersebut.
BalasHapusBarakallah Ron blognya,
BalasHapusTulisan yang sangat menginspirasi, sukses selalu ron.
BalasHapusbaguusss sist 👍👍
BalasHapusWah mencerahkan, ternyata begitu menarik ya menjadi seorang jurnalistik
BalasHapusNice tulisannya, secara tidak langsung mengajarkan untuk memahami secara fokus cita-cita yang kita tuju, serta meningkatkan kualitas diri untuk kedepannya
BalasHapusTerharu dengan pengalaman dan semangatnya untuk menjadi seorang jurnalis. Terselip beberapa informasi juga di dalamnya. Semoga bisa menjadi wartawan yang diinginkan! :)
BalasHapusSemoga kelak bisa menjadi wartawan yang mengedepankan kebenaran di atas apapun. Lanjutkan!
BalasHapusBanyak aspek yang harus diperhatikan ketika menjadi wartawan.
BalasHapusTulisannya bagus, ditunggu tulisan lainnya!
Wah sangat mulia mau jadi wartawan sejak dulu. Semoga bisa jadi wartawan yang serius menjalankan tugasnya tanpa mengharapkan imbalan ya 👍
BalasHapusMantap, tulisan yang menggugah nalar kita dalam memahami cita-cita kita. Semoga tercapai yang diharapkan.
BalasHapusBagus👍 semoga cita-citamu tercapai.
BalasHapusBagus👍 semoga cita-citamu tercapai.
BalasHapusSmoga artikelmu mnjadi doamu yaaaa
BalasHapusSmoga artikelmu mnjadi doamu yaaaa
BalasHapus